11 February 2012

Suatu hari di angkot antapani-ciroyom


Agustus 2010,

Pulang mengajar dari Antapani pukul 19.00 sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Perjalanan Antapani-Ledeng yang bisa dinikmati sambil tidur tidak lagi menjadi kendala untuk tetap mengajar. Maklum, menjadi guru bahasa Inggris di bimbingan belajar terkemuka di Bandung ini banyak sekali tantangannya. Selain harus hapal semua tipe soal Ujian Nasional, yang paling penting adalah kita harus tahan banting untuk di bolak-balik kaya bala-bala yang digoreng. Setiap hari jadwal mengajar selalu berubah dan kita harus selalu siap sedia seperti fire fighter. Kebetulan sekali, setiap hari kamis selama 2 minggu sekali saya ditempatkan di lokasi Antapani. Perjalanan yang memakan waktu satu hingga dua jam ini membuat saya harus bisa memanfaatkan waktu dengan baik, apalagi untuk seorang mahasiswa tingkat akhir yang sedang skripsi seperti saya. Setiap perjalanan menuju Antapani, saya mencoba untuk membaca materi skripsi. Sekali lagi, bukan karena sok rajin tapi terpaksa. Dengan jadwal mengajar senin-sabtu dari pukul 13.00-19.00 (sudah dengan perjalanan), saya harus pandai-pandai memanfaatkan waktu. Apalagi kalau mau lulus akhir tahun ini.

Masalah terbesar bagi saya adalah ketika malam hari menuju Ledeng dan hari mulai gelap. Tidak bisa membaca dan sendirian. Sangat menakutkan. Saya tidak suka ‘sendiri’. Thanks God! saat itu saya bertemu seorang rekan kerja yang ternyata senior di kampus. Kebetulan sekali, kami satu arah ke Ledeng. dan kita menaiki angkot Antapani-Ciroyom. Walaupun saat itu merupakan pertemuan pertama teh Anit dan saya, kami sangat klik sekali. Kami bercerita banyak hal, seperti kuliah, kerjaan, dan kehidupan kosan.

Sampai pada akhirnya seorang pemuda menaiki angkot kami dan ternyata adalah teman sekampus teh Anit. Bro namanya. Dia cerita banyak mengenai bagaimana dia bisa diterima menjadi Language Teaching Asisstant 2011 di Australia. Hmm..begitu saya dengar kata ‘AUSTRALIA’, yang awalnya tidak berniat menguping malah menjadi NIAT mendengarkan dengan seksama. Dia menggambarkan bahwa ini adalah program untuk menjadi asisten guru bahasa Indonesia di Australia selama 1 tahun. Tes seleksi program ini dilakukan di FPBS UPI dan yang ditanyakan adalah seputar bahasa Indonesia dan kebudayaannya. Begitu mendengar kata ‘budaya’, AHA!!! Terpikir oleh saya untuk ikut program ini tahun depan. Sekali lagi, bukan karena saya pintar dalam hal budaya, tapi karena saya belajar sedikit tentang budaya Indonesia seperti angklung dan sedikit tari tradisional. Yaaah, siapa tau saja bisa berguna. Yang kedua adalah karena saya suka bahasa Indonesia. Sangat suka. Jadi teringat sewaktu SPMB dulu saya ingin sekali mengambil jurusan Bahasa Indonesia. Tapi sayangnya orang tua tidak mengizinkan ;(

Yup, dua alasan yang kuat. Pada saat itu saya sudah mendeklarasikan diri kalau saya akan ikut program Language Asisstant tahun 2011. Nah,proses pendeklarasian diri itu sangat penting loh. Pemberitahuan bukan saja pada buku diary (saat menulis list wishes), tapi juga pengumuman pada teman terdekat. Sangat berguna dan sangat membantu, paling tidak ya membantu meng-amini.











tes..tes..tes..

Assalamualaikum..

Tes..tes..tes....eehmmm..

ceritanya ini pertama kalinya saya menulis sesuatu di blog. Blog ini ditulis bukan merupakan hobi, tapi karena permintaan teman-teman yang membludak (sok beken). Ngga tau juga ya kenapa mereka pengen saya nulis sesuatu tentang pengalaman pribadi. Mungkin karena ngga ada lagi yang mesti di baca kali ya.haha..

Mudah-mudahan saja tulisan saya ini masih layak untuk dibaca, paling tidak ya enak dilihatlah yaa ;)

Ada ataupun tidak ada pertanyaan , silahkan tetap baca tulisan saya *maksa. 

Salam,
Muti ;)





About Me

My photo
Benalla, Victoria, Australia
a 26 yo teacher student. Currently working on thesis in Teaching English and willing to graduate before June 2015. Love coffee, food, and movie. Trying to be grateful what I have and done.

Followers