G'day, how are ya?
| Taken from aussieproducts.com |
Sama seperti G'day, mate! - bahasa Slang. It simply means hello/hi.Jadi kalo ada yang nyapa G'day!, jawab aja lagi pake G'day!.
Gimana kalo 'how are you?' Waktu awal-awal agak aneh juga tiap kali ketemu orang pasti mereka nanya 'how are you?'. Kalo cuma ketemu sekali dua kali sih ngga apa-apa. Masalahnya adalah bisa aja aku tiga kali ketemu sama orang yang sama dalam waktu 30 menit. Gila kan? setiap 10 menit terus nanya 'gimana kabarnya?', dan setiap 10 menit juga jawab 'baik'.
Aku pernah ketemu sama salah satu staff di sekolah tempatku mengajar, Benalla College. Waktu itu aku mau ke toilet, as usual we greeted each other :
Staff : Hi Muti, how are you?
Me : Good, thank you. Yourself?
Staff : Good.
Lima menit kemudian, setelah keluar dari toilet, kami bertemu lagi di lorong:
Staff : Hi Muti, how are you?
Me : I'm still good. Yourself?
Staff : Good.
Me : #hening (jadi mikir apa ada korelasi antara kabar sebelum ke toilet dan sesudahnya?).
Mungkin kalo dilihat dari segi arti frasenya memang sedikit aneh, kenapa sih mereka selalu nanyain kabar setiap waktu. Salah satu teman di Ausi mengatakan kalau 'how are you' bisa berarti dua hal; pertama, benar-benar menanyakan kabar. Kedua, hanya sapaan seperti 'hi/hello/G'day'. I think, greetings mean politeness. When you are being greeted by someone at the street, school, or everywhere, meaning that they just try to be polite to you. No matter what your answer is. Biasanya sih selalu merespon dengan 'good' karena jarang juga orang merespon dan mau mendengar kabar 'not so good' or 'sick'. Entah kenapa alasannya.
Kalau dipikir-pikir lagi, sapaan (walaupun terkesan basa-basi) bisa membuat kita akrab satu sama lain loh. Jadi ngga ada tuh ceritanya orang ini sombong karena ngga pernah nyapa. 'How are you', 'Good day', 'hi', 'how is it going' bisa juga disebut sebagai sapaan kesopanan. Walapun awalnya aku kagok juga nyapa orang-orang di sini, tapi lama-lama it comes naturally. Kalau aku ngga nyapa duluan, ya mereka pasti nyapa. Seolah-olah kita berebut ingin menyapa lebih dulu.
Jadi inget, salah satu temenku di Indonesia pernah juga cerita tentang temennya yang baru pulang dari Ausi. Waktu itu aku baru saja menceritakan 'how are you' thingy. Kemudian respon temenku : Oooohh pantes si doi (temannya) mun ketemu abi sok nanya wae 'kumaha, damang?' (translated). Puguh urang teh geus ngomong 'sae'. Ternyata udah jadi kebiasaan dari Ausi toh.
Walaupun bagi aku (orang awam) kebiasan-kebiasaan tersebut sedikit aneh, namun harus diakui setiap negara memiliki ciri khas tersendiri. Setiap negara juga memiliki adat-istiadat yang berbeda-beda yang seharusnya bisa membuatku lebih banyak belajar dan mencari tahu lagi. Seperti kata peribahasa dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Dimanapun kita berada, kita harus selalu menyesuaikan dengan kebiasaan tempat tersebut.
See ya in my next posting!
Cheers.
Mungkin kalo dilihat dari segi arti frasenya memang sedikit aneh, kenapa sih mereka selalu nanyain kabar setiap waktu. Salah satu teman di Ausi mengatakan kalau 'how are you' bisa berarti dua hal; pertama, benar-benar menanyakan kabar. Kedua, hanya sapaan seperti 'hi/hello/G'day'. I think, greetings mean politeness. When you are being greeted by someone at the street, school, or everywhere, meaning that they just try to be polite to you. No matter what your answer is. Biasanya sih selalu merespon dengan 'good' karena jarang juga orang merespon dan mau mendengar kabar 'not so good' or 'sick'. Entah kenapa alasannya.
Kalau dipikir-pikir lagi, sapaan (walaupun terkesan basa-basi) bisa membuat kita akrab satu sama lain loh. Jadi ngga ada tuh ceritanya orang ini sombong karena ngga pernah nyapa. 'How are you', 'Good day', 'hi', 'how is it going' bisa juga disebut sebagai sapaan kesopanan. Walapun awalnya aku kagok juga nyapa orang-orang di sini, tapi lama-lama it comes naturally. Kalau aku ngga nyapa duluan, ya mereka pasti nyapa. Seolah-olah kita berebut ingin menyapa lebih dulu.
Jadi inget, salah satu temenku di Indonesia pernah juga cerita tentang temennya yang baru pulang dari Ausi. Waktu itu aku baru saja menceritakan 'how are you' thingy. Kemudian respon temenku : Oooohh pantes si doi (temannya) mun ketemu abi sok nanya wae 'kumaha, damang?' (translated). Puguh urang teh geus ngomong 'sae'. Ternyata udah jadi kebiasaan dari Ausi toh.
Walaupun bagi aku (orang awam) kebiasan-kebiasaan tersebut sedikit aneh, namun harus diakui setiap negara memiliki ciri khas tersendiri. Setiap negara juga memiliki adat-istiadat yang berbeda-beda yang seharusnya bisa membuatku lebih banyak belajar dan mencari tahu lagi. Seperti kata peribahasa dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Dimanapun kita berada, kita harus selalu menyesuaikan dengan kebiasaan tempat tersebut.
See ya in my next posting!
Cheers.
