27 April 2012

Ballroom Dancing Lesson!

Assalamualaikum...
Well, lama juga ya ngga bikin postingan baru. Maklum, beginner writer harus punya konsentrasi dan mood yang kuat buat mulai nulis. Bukan cuma itu aja, beginner kaya aku harus punya confident yang gede juga kalo mau posting tulisan. Hal-hal yang mau diceritain sih bejibun banget..cuma yang bikin susah ya gimana cara menuangkan ke kata-kata. Suka takjub deh kalo baca tulisan temen-temen yang buagguuuussss banget. Bahkan ngga dipungkiri juga  aku suka iri aja gitu. Ko bisa ya? hmmm, Well... stop regretting, start writing, and be better ;) Sing penting sih ya semua pesannya tersampaikan dan temen-temen yang baca tulisanku pada ngerti (finger crossed!).  

Ada yang menarik dan mungkin hal baru yang terjadi. The point is I never did it before. Udah mulai dua minggu ini aku ikut latihan dancing which is different from dances like I did before. Yeah, I take Ballroom Dancing Class every week dan hari ini adalah minggu kedua aku latihan dansa. Pernah liat film Pride and Prejudice kan? Kalo yang uda pernah nonton, pasti inget waktu Elizabeth dan Darcy dansa di pesta gitu. Atau, kalau ada yang pernah liat film-film jadul atau settingnya di kerajaan pasti bakal nemuin pesta dansa kayagitu. Haha..tau ngga, percaya ngga percaya, aku suka banget nonton film-film yang berbau ala Victoria/kerajaan gitu. Alasannya bukan karena ceritanya aja yang menarik, tapi aku suka adegan dansanya. Pernah suatu ketika aku nyeletuk aja dalam hati 'pengen deh bisa dansa kayagitu'. Alhamdulillah setelah bertahun-tahun dapet juga kesempatan dansa kayagitu. Walopun masih beginner, tapi seneng banget deh ;) 

Kalau kata mbah Google, Ballroom dancing berasal dari kata "ball" (Latin) yang artinya "to dance". Dansa ini dilakukan di ruangan yang besar secara berpasangan dan biasanya secara formal. Untuk dancing lesson ini, ada banyak dancing yang dilakukan seperti waltz, tango, charmaine, mayfair quucksteet, emmeralde, midnight tango, Twilight, Palma waltz, dan masih banyak lagi, Kayaknya ada sekitar 12 macam dalam satu malam. Woooow, I thought It would be only one! Jadi teknisnya setiap pasang harus berdansa di sisi ruangan. Mereka akan berdansa secara berputar. Di ruangan itu, ada list dances yang harus dilakukan. Setelah melakukan satu tarian, mereka akan menunggu list berikutnya. 

Kebetulan kelas dansa ini bukan untuk pemula. Semua pengujungnya merupakan dedengkot-dedengkotnya ballroom dances. Percaya ngga percaya I am the youngest one! Rata-rata umurnya sama kaya kakek nenek kitalah, aroud 60s. Hmm..interesting! jadi aku ngga akan keliatan lemot-lemot amat ya secara mereka semua pasti pada maklum klo aku bikin salah.hehehe (muka devil). 

Di sana cuma ada satu pelatih, itupun laki-laki dan dia sibuk dengan satu orang ke orang lain. Untuk setiap lagu, dia harus menjadi partner setiap orang yang berbeda (yang pasti perempuan). Jadi ngga ada tuh yang namanya pelatih khusus buat aku doang. Well, otak pentiumnya disimpen dulu. Mesti cerdas banget deh ya buat nangkep semua gerakannya. All of moves seem the same. Kayanya ngga ada bedanya. Bu Josie (host family-ku) kebetulan menjadi partner aku. Haha...Dia ngga suka dancing sama sekali dan sekarang bakal nemenin aku latihan dancing setiap minggu. She's really a lovely woman. Dua orang yang ngga begitu mahir dansa menjadi pasangan (kebayang kan bakal kaya apa dansanya). Tapi kita mahir loh, buat nyontek ke pasangan lain.hahahaha...terbukti, walaupun ngga bener-bener banget gerakannya, at least kita bisa ngikutin gerakannya (rec: our own moves). Ya ngga jarang juga kita malah saling injek ;p


Beberapa pasangan yang sedang menari Waltz

me and a student exchange from German, Stina, at the kitchen after dancing.
First and last time we met and  learnt Ballroom dances.
She was  going back to German three days after the class. Hope we 'll meet again, Stina ;)
Actually I just love dancing. I am not a good dancer, but I like learning kind of dances. Sampai-sampai. waktu jaman kuliah dulu, aku ikutan KABUMI (Keluarga Besar Bumi Siliwangi) UPI. Semacam organisasi kampus yang bergerak di bidang seni tradisional kaya angklung, tari, dan gamelan. Di sana aku belajar banyak banget, salah satunya ya tarian-tarian tradisional kaya tari Merak, Saman, Rampai Aceh, Piring, Kawit, dan Blantek. Sebenernya masih banyak tarian-tarian lainnya, tapi aku blum belajar. Waktu jaman TK pernah belajar tari buat kasidahan. Trus waktu SD juga pernah iseng-iseng nari modern buat perpisahan setiap tahun plus sok-sok'an fashion show gitu deeeehh...hhahha....

Cuma yang jadi masalah besar adalah suka males buat diseriusin. Jadi penyakitku itu semangat di awal eh kalo udah bosen ya ditinggalin deh. Hmmm...Untung juga ya Allah ngirim aku ke Ausi buat belajar konsisten dan berkomitmen. Di sini emang bener deh tempat buat belajar, belajar, dan belajar. Yah semoga aja buat belajar dansa juga aku bisa konsisten sampe akhir. Target bisa sampe 4 macam ballroom dance (finger crossed!).

Oke deh teman, see ya di postingan aku selanjutnya ;)


14 April 2012

http://www.youtube.com/watch?v=X4Ep5el3V_4&feature=BFa&list=UUoHw6zfC6J7N-v1VNWWT8XA&lf=plcp


jam karet!

Bismillah...
Menjadi Language Assistant sebenarnya pekerjaan yang tidak mudah. Tanggung jawabnya gede banget booo... Selain membawa nama baik universitas (UPI-Universitas Pendidikan Indonesia), kami juga membawa nama baik negara (keren kan ya bawa-bawa negara). Sebagai asisten bahasa Indonesia kami bukan saja membantu guru mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia, tapi juga mencerminkan perilaku masyarakat Indonesia di mata Australia. Bahasa kerennya duta Indonesia. Jadi ya agak 'berat' juga ya. 

Orang Indonesia dikenal ramah dan sopan, ya itu betul. Berarti kami harus menunjukkan norma-norma tersebut. Yang sulit adalah anggapan bahwa orang Indonesia itu terkenal dengan istilah 'jam karet'. Ini bukan isu belaka loh...Saya menemukan buku materi ajar Indonesian culture dan ada sub bab mengenai 'rubber time'. 
source : buku 'Keren!Indonesian Course Book' (Pearson Education Australia)
Katanya Indonesia memiliki kelonggaran waktu, if things don't get done today there is always tomorrow or the next day. Sewaktu pertama kali saya membaca sub bab tersebut, kaget juga dan ada perasaan malu di dalam hati. Ternyata istilah jam karet bukan cuma candaan di kalangan remaja saja, tapi sudah mendunia. Harus diakui, itu memang benar. Kita memang selalu mengulur waktu. Jujur saja, saya termasuk orang yang 'ngaret' (istilah untuk jam karet). Sewaktu di Indonesia kalau ada janji jam 2, saya baru berangkat dari rumah jam 2. Bahkan sewaktu ada rapat di kampus pun, pemimpin rapat kerap kali memajukan waktu rapatnya (mengantisipasi bila ada yang telat). Lucunya lagi yang telat bulan satu dua orang, tetapi hampir semua peserta rapat. ckckckck...

Apa konsekuensinya bila terlambat? hmm..nothing! Bahkan sepertinya terlambat benar-benar sudah melekat erat di jiwa kita..budaya ngaret!

Untung saja dekan saya pernah membahas masalah ini sewaktu orientasi di Bandung. Bu Nenden mengingatkan kami agar tidak pernah terlambat dalam hal apapun. Alhamdulillah..sampai sekarang saya masih belajar untuk selalu on time. Bahkan Host family saya pernah berkata "you're the one and only Indonesian people who never late!". Senang? tentu saja tidak. Miris? iya. 

Pernah suatu waktu saya dan host family (Josie dan Terry) mendapat undangan makan malam di rumah Bruce (teman dekat Josie yang merupakan salah satu dokter di Benalla). The commitment was dinner at 7 pm. Berarti kita boleh datang kapan saja asal tidak lebih dari jam 7. Budaya orang ausi adalah bila diundang dinner/party, kita harus membawa buah tangan/makanan. Tiba-tiba saat kami sedang santai membuat topping dessert untuk dinner nanti , Bruce menelepon dan menanyakan waktu kedatangan kami. At that time, we arrived at 7 o'clock and he was very upset. no smiles at all. Ternyata dia sangat mengharapkan kami datang 15 menit sebelum dinner time. Semakin cepat kami datang, semakin cepat juga waktu dinnernya dan semakin cepat pula kita pulang untuk istirahat. Istilah 'time is money' benar-benar melekat di kehidupan mereka. Alhamdulillah ya Allah, saya telah diberi kesempatan melihat sisi lain dari dunia ini. Ayo sama-sama memperbaiki diri ;)



5 April 2012

holiholiholiday!!!

Banyak yang mau ditulis tapi bingung mau nulis apa.. Suka jadi rada-rada deg-degan gimana gitu kalo disuruh nulis, apalagi di blog. Bikin blog uda dari taun kapan, tapi ngga pernah diurus. Sampe2 si bebeh ngomel-ngomel aja..

Well, hari ini tepat hari ke-6 liburan term pertamaku sama temen-temen asisten yang lain di Ausi. Jadi, kurikulum di sekolah Ausi dibagi jadi 4 term (masing-masing 2.5 bulan). Setiap term ada liburannya selama 2 minggu. Asik kaaaaaaan... Ceritanya liburan kali ini (karena masih autumn), kami memilih daerah pantai, yaitu Portland. Kebetulan juga Teh Anit tinggal di sana, jadi bisa nebeng dan ngerampok segala isi kulkasnya deh.

Tanggal 31 Maret 2012 :
jam 07:58-Touched down to Melbourne from Benalla Station. Janjian sama kakak2 yang lain (kang Edwar, Teh Jeani, Teh Riana) jam 10 di Southern Cross Station Melbourne. 


jam 10.30-Berhubung perjalanan dari Benalla-Melbourne menghabiskan waktu sekitar 2.5 jam, aku baru nyampe SCS jam 10.30. Kita punya tempat tongkrongan baru loh di deket stasiun, namanya Pie Face. Cafe buat ngopi sama makan kue-kue gitu deh...Nongkrong2..haha hihi di cafe sampe jam 12an...uda gitu nyimpen koper-koper di Southern Cross. Lucu deh, jadi kita boleh nyimpen barang2 gitu di loker dan lumayan mahal harganya. Untukloker kecil sekitar $12/hari dan $16 loker besar. Nah loh? untung aja otak ngirit ala mahasiswa masih melekat di hati, ajdi kita sewa loker besar untuk 3 orang. Bener aja deh tuh loker muat  buat 2 koper besar dan 1 koper kecil. 
Loker penyimpanan barang di SSC Melbourne, $16/hari
12.30-17.00 lilaaaaaaa nunggu kereta yang jam 7 malem, jadi kuralang-kuriling kota Melbourne. Geje juga sih yaaa..masuk keluar toko tapi ngga beli apa-apa.haha..Masuk keluar toko sepatu cuma buat nyobain doang.haha...

17.00 nyampe di SSC buat solat trus nunggu kereta deh di line 5 (kalo ngga salah).

19.00 Perjalanan menuju Portland beneran jauh aslining! Harus pake kereta dari Melbourne kira-kira 3 jam sampe Warnambool dan dilanjut naik bus ke Portland selama 1.5 jam. Kalo diitung-itung jamnya sekitar 5 jam perjalanan. Setelah searching2 ke mbah google, jarak Melbourne-Portland sekitar 362 km atau sama kaya jarak Jakarta-Tegal kalau di Indonesia. Cuma bedanya jalan raya di Ausi itu kebanyakan pake freeway yang ngga ada macet sama sekali. Kalau kita naik mobil, kecepatan minimumnya 80 km/jam dan standar 100km/jam. Kagak ada macet-macetnya, paling juga suka tiba-tiba ada kanguru nongol dan kalau drivernya ngga ngeh bisa nabrak. Serem...

Ini dia kegiatan selama di kereta :

kang ed & teh Jean 
Teh Rian & me






sisa-sisa cemilan

22.30 Sampai di Warnambool, langsung naik bus menuju Portland. Udah malem, jadi percuma juga ngeliat pemandangan ke luar jendela kagak kelihatan. Jadi aja tiduuuuuurrrrrr....

23.45 Sampai juga di Portland. Untung aja teh Anit sang organizer liburan sudah mengorganisir agar mas2 driver taxi menjemput kami di pemberhentian bus. Langsung deh ya capcus ke rumah teh Anit. 

23.55 Teh Anit's house..








About Me

My photo
Benalla, Victoria, Australia
a 26 yo teacher student. Currently working on thesis in Teaching English and willing to graduate before June 2015. Love coffee, food, and movie. Trying to be grateful what I have and done.

Followers