Bismillah...
Menjadi Language Assistant sebenarnya pekerjaan yang tidak mudah. Tanggung jawabnya gede banget booo... Selain membawa nama baik universitas (UPI-Universitas Pendidikan Indonesia), kami juga membawa nama baik negara (keren kan ya bawa-bawa negara). Sebagai asisten bahasa Indonesia kami bukan saja membantu guru mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia, tapi juga mencerminkan perilaku masyarakat Indonesia di mata Australia. Bahasa kerennya duta Indonesia. Jadi ya agak 'berat' juga ya.
Orang Indonesia dikenal ramah dan sopan, ya itu betul. Berarti kami harus menunjukkan norma-norma tersebut. Yang sulit adalah anggapan bahwa orang Indonesia itu terkenal dengan istilah 'jam karet'. Ini bukan isu belaka loh...Saya menemukan buku materi ajar Indonesian culture dan ada sub bab mengenai 'rubber time'.
![]() |
| source : buku 'Keren!Indonesian Course Book' (Pearson Education Australia) |
Katanya Indonesia memiliki kelonggaran waktu, if things don't get done today there is always tomorrow or the next day. Sewaktu pertama kali saya membaca sub bab tersebut, kaget juga dan ada perasaan malu di dalam hati. Ternyata istilah jam karet bukan cuma candaan di kalangan remaja saja, tapi sudah mendunia. Harus diakui, itu memang benar. Kita memang selalu mengulur waktu. Jujur saja, saya termasuk orang yang 'ngaret' (istilah untuk jam karet). Sewaktu di Indonesia kalau ada janji jam 2, saya baru berangkat dari rumah jam 2. Bahkan sewaktu ada rapat di kampus pun, pemimpin rapat kerap kali memajukan waktu rapatnya (mengantisipasi bila ada yang telat). Lucunya lagi yang telat bulan satu dua orang, tetapi hampir semua peserta rapat. ckckckck...
Apa konsekuensinya bila terlambat? hmm..nothing! Bahkan sepertinya terlambat benar-benar sudah melekat erat di jiwa kita..budaya ngaret!
Untung saja dekan saya pernah membahas masalah ini sewaktu orientasi di Bandung. Bu Nenden mengingatkan kami agar tidak pernah terlambat dalam hal apapun. Alhamdulillah..sampai sekarang saya masih belajar untuk selalu on time. Bahkan Host family saya pernah berkata "you're the one and only Indonesian people who never late!". Senang? tentu saja tidak. Miris? iya.
Pernah suatu waktu saya dan host family (Josie dan Terry) mendapat undangan makan malam di rumah Bruce (teman dekat Josie yang merupakan salah satu dokter di Benalla). The commitment was dinner at 7 pm. Berarti kita boleh datang kapan saja asal tidak lebih dari jam 7. Budaya orang ausi adalah bila diundang dinner/party, kita harus membawa buah tangan/makanan. Tiba-tiba saat kami sedang santai membuat topping dessert untuk dinner nanti , Bruce menelepon dan menanyakan waktu kedatangan kami. At that time, we arrived at 7 o'clock and he was very upset. no smiles at all. Ternyata dia sangat mengharapkan kami datang 15 menit sebelum dinner time. Semakin cepat kami datang, semakin cepat juga waktu dinnernya dan semakin cepat pula kita pulang untuk istirahat. Istilah 'time is money' benar-benar melekat di kehidupan mereka. Alhamdulillah ya Allah, saya telah diberi kesempatan melihat sisi lain dari dunia ini. Ayo sama-sama memperbaiki diri ;)

wow, ntar saya ceritain ke orang yang suka ngaret, kalo mereka udah bikin beken di sana
ReplyDeletewaduuuuuhhhh....bahaya juga klo gitu Gae. Bilang aja uda beken masuk ke materi sekolah gitu.
ReplyDelete