-Apa yang menarik dari sekolah di Australia?-
Itu isi pesan singkat dari salah satu teman suatu hari. Entah mengapa setiap saya chatting dengan teman-teman, pertanyaan yang paling hot adalah mengenai pendidikan dan pembelajaran di sekolah Australia. Tidak heran memang, saya yang merupakan sarjana pendidikan universitas pendidikan Indonesia akan dibanjiri pertanyaan seputar dunia mengajar.
Banyak hal yang menarik selama saya mengajar di Benalla, kota kecil di Victoria. Kebetulan saya mengajar di Primary school dan College, masing-masing 2 hari. Saya juga membantu tiga sekolah kecil mengajar bahasa Indonesia melalui Poly com video (teleconference) dan juga sesekali membantu mengajar di sebuah sekolah di luar kota Benalla.
Dari sekian sekolah yang saya kunjungi, ada banyak hal yang bisa saya share mengenai pembelajaran dan program sekolah tersebut.
Primary School
- Kelas dibagi menjadi Junior (kelas preparation - kelas 2), Middle (kelas 3-4), dan Senior (kelas 5-6).
- Mata pelajaran yang dipelajari hanya literacy (Reading & Writing), numeracy, art, dan PE (Physical Education), dan LOTE (language Other Than English) seperti Bahasa Indonesia, Italian, French, Germany, etc. Kebetulan sekolah saya mempelajari bahasa Indonesia (that's the reason why I am here now).
- Reading time. Setiap pagi siswa diberi waktu 20 menit untuk membaca dengan 'Reading Buddy' dan 20 menit untuk silent reading di siang hari. Menariknya siswa bisa memilih buku cerita apapun yang mereka suka sesuai dengan level membacanya.
- integrated learning. Pembelajaran science, social, dan teknologi dipelajari melalui mata pelajaran pokok tersebut.
- Different Theme. Dalam satu tahun terdri dari 4 term (@2.5 bulan). Setiap term, memiliki tema yang berbeda sesuai dengan musimnya, Misalnya term ketiga lalu, siswa kelas middle mempelajari 'Olympics'. So they did all the subjects (literacy, numeracy, PE, LOTE, art) based on the theme selected.
- Learning to experience. Pembelajaran lebih mengutamakan pada 'experience'. Pernah suatu hari anak kelas senior belajar tentang 'chook' atau ayam. Kebetulan di sekolah ada kandang ayam. Nah, setiap kelompok mengambil satu ayam kemudian dieksplor. Ada siswa yang membuat biografi si ayam mulai dari nama, hobi, makanan favorit, berat badan, sampai lingkar badan. Yang lebih keren lagi, salah satu siswa juga diharuskan membuat puisi/lagu/cerita si chook tersebut.
- Show and Tell. Setiap seminggu sekali, siswa diharuskan membawa satu barang (apapun). Kemudian menunjukkannya di depan kelas dan tell about it!
- Assembly. Some schools have assembly once a week every monday morning and some might be on friday afternoon. Kalau di Indonesia semacam upacara bendera kali ya. Cuma lebih santai saja dan ngga harus berdiri selama satu jam. Assembly ini menjadi ajang pertemuan antara guru, staff, siswa, dan orang tua. Biasanya ada performance dari siswa, pengumuman events, pemberian weekly rewards ke siswa, kemudian sharing aktivitas yang dilakukan anak-anak. Siapapun boleh maju ke depan buat cerita tentang weekend-nya loh. Untuk reward sendiri, siswa terpilih dari masing-masing kelas akan diberi sertifikat/hadiah setiap minggunya. Misalnya ada yang dapet reward for confidence because she did a great job for singing ;)
- Bilingual Assembly. Salah satu sekolah dasar yang saya ajar adalah sekolah bilindo (Bahasa Inggris- Bahasa Indonesia). Jadi siswa yang mengikuti program bilingual diharuskan mengikuti bilingual assembly seminggu sekali. Kegiatannya ya seputar kegiatan Indonesia : tari tradisional, membuat mask, permainan tradisional, congklak competition, watching movies, Agustusan Games, singing, dll. Biasanya assembly ini dibuka dengan tarian poco-poco dan sajojo. Selain itu, ada juga performance tari-tarian dari siswa seperti tari Indang, Tari tempurung, tari saman, dll.
Sekian dulu ya teman. Nanti kita sambung lagi.