Assalamualaikum,
G'day, Muti!
How was your weekend?
Good morning, Muti!
How was Tasmania?
Hi, Muti!
How's your dancing class?
Hi, Possum!
Did you enjoy the firework last night?
That's all the questions that might be asked everyday. Apapun bisa jadi bahan pertanyaan dan obrolan. Bukan sekedar basa-basi belaka, tapi memang mereka ingin tahu dan share pengalaman. Saya acungi jempol deh buat orang Australia yang hebat dalam membuka percakapan (rec : hal ini yang harus saya pelajari benar). They're very intelligent! Pengetahuannya luas, jadi kalau bicara apapun juga nyambung. Bahan pembicaraannya dari mulai daily activities sampai travelling ke luar negeri, tanaman, bahkan kuda. Sepertinya 'tek-tok' pembicaraan sangat mulus layaknya bermain ping-pong.
Orang Australia bisa bertahan berjam-jam berbicara saat dinner. Pernah suatu hari saya diajak dinner ke rumah kerabat host-family dan I could say it was the longest dinner I've ever had. It started from 7 to 11 p.m. Ya makannya juga tiga tahap ; entree, main meals, dessert. Jarak antara setiap tahapan 1 jam. Sisanya? Definitely, talking. Namun entah mengapa saya tidak merasa bosan sama sekali, karena pembicaan mereka bukan 'gossiping'. Mereka bercerita tentang liburan ke luar negeri, sejarah kota Benalla, Pahlawan Australia, perang dunia, musik, rumah, sampai ke masalah bunga mawar yang hampir mati. Seru sekali.
Host family saya, Bu Josie akan kedatangan satu siswa dari Sulawesi ke rumahnya. She didn't know much about Sulawesi. This afternoon she showed me a Sulawesi Book and asked her husband, Terry, to do so. She said, "read this book, Dad! and I'll ask you questions about Sulawesi". Menarik sekali, untuk kedatangan seorang tamu yang akan tinggal selama 3 minggu saja mereka harus mempersiapkan mengisi kepala mereka dengan pengetahuan tentang Sulawesi dan sejarahnya. She said, "I want to know the place where she lives".
Mantap, yah!
:)
No comments:
Post a Comment