19 May 2015

 

Sama halnya dengan memilih kata-kata yang lebih baik lagi dalam memberi komentar atau (jika ingin) mengkritik. Pilihlah kata/kalimat yang bersifat membangun, walaupun menurut kita karyanya itu (maaf) jelek. Namun, tidak ada salahnya menghargai usahanya. Dibalik karyanya itu ada usaha dan kegigihannya, loh. 

Gara-gara habis karaokean, jadi ingat kisah nyata ini. Entah berhubungan atau tidak. Suatu hari ada seorang anak yang suka menyanyi. Saat itu teknologi belum secanggih sekarang. Dia selalu mendengarkan radio sambil mencatat liriknya di buku tulis. Suatu hari, saat dia sedang bernyanyi ada yang mengkritiknya dengan mengatakan "ngga enak banget suaranya" (ini sudah saya perhalus redaksinya). Kira-kira apa yang terjadi dengan si anak? Mungkin malu. Mungkin dia menganggap kalau suaranya sangat mengganggu. Efeknya apa? Si anak menghentikan hobinya itu. Well... menurut saya ini juga berhubungan dengan a matter of expectation. Jangan menyamakan ekspektasi kita dengan orang lain. Lah..kalau misalnya ekspektasi kita bernyanyi itu untuk menunjukkan merdunya suara, bagaimana kalau ekpektasi anak itu menyanyi untuk menyenangkan diri? atau menghilangkan stres? 

Self reminder juga ini."think twice before you speak, because your words and influence will plant the seed of either success or failure in the mind of another" (anonymous).
Have a great day!

About Me

My photo
Benalla, Victoria, Australia
a 26 yo teacher student. Currently working on thesis in Teaching English and willing to graduate before June 2015. Love coffee, food, and movie. Trying to be grateful what I have and done.

Followers