Assalamualaikum,
alhamdulillah sudah sekitar 9 bulan saya mengarungi hidup di negeri koala ini dengan selamat. Masih selamat tidak kurang apapun, malah lebih segalanya. Ya lebih ilmunya, lebih makannya, lebih lemaknya #eh.
Omong-omong soal lebih, saya merasa lebih sehat juga. Dulu sewaktu di Indo saya termasuk yang paling langganan sakit, yah paling ngga hidung mampet setiap bulan. Waktu itu alasannya cuaca di Bandung ekstrim dan kalau malam dingin banget. Padahal kalau dibandingkan dengan cuaca Benalla, dinginnya udah bisa nandingin kulkas.
Benalla yang terletak tidak begitu jauh dari gunung membuat cuaca sedikit ekstrim. Yah walaupun ngga seekstrim cuaca di Australia selatan yang dekat Antartika, tapi hampir setiap hari suhunya bisa mencapai 2 derajat bahkan sampai -4 derajat musim dingin lalu. Namun alhamdulillah saya sehat wal afiat, selama 9 bulan di sini cuma mengalami sakit dua kali - itupun flu dan paling lama sekitar 2 hari. Dulu kalau udah sakit flu, jangan harap bisa sembuh dalam waktu kiurang dari 2 minggu. Parah banget kan.
Tidak dipungkiri lagi pola hidup saya sekarang ini bisa dibilang sangat sehat. Pola makan, tidur, dan olahraga sangat teratur. Hihihi. Efek lingkungan sekitar juga kali ya. Teman dan kolega di sini sangat mendukung untuk hidup sehat dan teratur.
Hidup LDR dari keluarga, pacar, dan teman-teman di Indonesia membuat saya mengerti pentingnya hidup sehat. Istilah sehat itu mahal memang benar. Di Australia ini segala serba mahal, termasuk ke dokter. Jadi diupayakan jangan sakit deh. Sekalinya ke dokter, bisa merogoh kocek ratusan dolar kalau sakitnya lumayan (lumayan parah maksudnya). Pernah suatu hari teman saya sakit gigi dan kalau dia check up ke dokter saja bisa menghabiskan uang sekitar $60, atau Rp 550.000,-. Itu baru check up saja, gimana kalau beli obat dan lain-lainnya ya. Untung saja giginya langsung sembuh. Pengertian juga tuh gigi. Tahu kalau harus ke dokter biayanya mahal, jadi tetiba langsung sembuh hanya dengan minum obat dari chemist.
Saya jadi teringat kejadian sekitar 5 tahun yang lalu sewaktu saya dirawat di rumah sakit karena gejala tipus. Sebenarnya kesalahan ada pada pola makan yang sangat buruk. Dalam waktu sehari, saya hanya makan satu kali. Tidak ada sarapan dan makan siang. Paling cuma makan malam saja. Saat itu kegiatan kemahasiswaan saya seabrek. Kuliah pagi sampai sore dan dilanjut dengan latihan angklung dan tari sampai malam. Alhasil saya terkapar di rumah sakit selama satu minggu. Singkat cerita, salah satu sahabat saya memberikan saya 'pola makan sehat' yang didapatnya dari radio. Beginilah kira-kira jadwalnya :
07.00 sarapan
10.00 morning tea (makan makanan ringan)
13.00 lunch
16.00 afternoon tea (makan makanan ringan)
19.00 dinner
20.00 dessert
Ternyata pola makan tersebut sama seperti yang dilakukan Australian. Mereka selalu makan tepat pada waktunya. Pemilihan makanan yang sehat juga sangat diperhatikan sekali. Apalagi untuk sarapan dipilihlah makanan yang berprotein tinggi penambah energi di pagi hari. Beginilah kira-kira menu makanan mereka.
sarapan : toast/muesli or porridge with honey,milk and fruit, coffee/tea
morning tea : coffee/tea and biscuits or fruit or peanuts
lunch : sandwich and fruit
afternoon tea : basically same as morning tea
dinner : big meals!!!
dessert : ice cream/cake
Nah, hidup sehat juga harus diimbangi dengan multivitamin dan olahraga yang teratur. Lumayan deh jogging atau biking seminggu dua kali bisa bikin badan semakin bugar. Jadi ngga perlu tuh diet-diet segala untuk mengurangi berat badan.
Selamat mencoba!
Pleasure, terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ;)
ReplyDelete